KRITERIA RANCANG BANGUN SISTEM PANEN HUJAN DAN ALIRAN PERMUKAAN: STUDI KASUS DAS CISADANE HULU

Nani Heryani, Setyono Hari Adi, Budi Kartiwa

Abstract


Abstrak Banjir dan kekeringan merupakan dua fenomena alam yang dapat mengancam sistem produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional. Secara kuantitatif masalah banjir terjadi akibat kesenjangan dua hal yaitu masalah distribusi dan kapasitas (storage). Distribusi curah hujan yang tidak merata secara spasial dan temporal menyebabkan kelebihan air di musim hujan dan kekurangan air di musim kemarau. Teknik konservasi tanah dan air dapat dilakukan melalui berbagai cara antara lain melalui  pemanenan air hujan dan aliran permukaan menggunakan embung, dam parit, dan lain-lain. Penelitian dilaksanakan di Sub DAS Cisadane Hulu pada Maret sampai dengan Nopember 2011. Tujuan penelitian yaitu: 1) mengkarakterisasi kondisi biofisik wilayah untuk penilaian kesesuaian aplikasi sistem panen hujan dan aliran permukaan 2) mengembangkan model pengelolaan air melalui panen hujan dan aliran permukaan dan mengantisipasi banjir dan kekeringan, 3) mengembangkan kriteria rancang bangun sistem panen hujan dan aliran permukaan untuk mengurangi risiko banjir dan kekeringan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dam parit  dapat dibangun di sub DAS Cikereteg, DAS Cisadane sebanyak 41 buah dapat mengairi target irigasi seluas 50,4 ha. Sedangkan di seluruh DAS Cisadane jika dibangun sebanyak 159 buah akan dapat menurunkan debit puncak sebesar 4,5 m3/detik.  Pembangunan dam parit di sub DAS Cikereteg DAS Cisadane Hulu tergolong sesuai secara teknis maupun sosial ekonomi.

Keywords


desain kriteria, teknologi panen hujan dan aliran permukaan, banjir dan kekeringan

Full Text:

PDF

References


Al-Adamat, R., A. Diabat and G. Shatnawi. 2010. Combining GIS with Multicriteria Decision Making for Siting Water Harvesting Ponds in Northern Jordan. Journal of Arid Environments. Vol. 74:1471-1477. DOI:10.1016/j.jaridenv.2010.07.001.

Alayyash, A., Al-Adamat, H. Al-Amoush1, O. Al-Meshan, Z. Rawjefih, A. Shdeifat1, A. Al-Harahsheh, M. Al-Farajat. 2012. Runoff Estimation for Suggested Water Harvesting Sites in the Northern Jordanian Badia. Journal of Water Resource and Protection, 2012, 4, 127-132. DOI:10.4236/jwarp.2012.43015.

CIRAD, 2004. Research-Development activities: "Farming system intensification on catchments in Jawa Tengah and DI Yogyakarta provinces ". Laporan kegiatan kerjasama Balitklimat-CIRAD.

Dervos, N., E.A. Baltas, and M.A. Mimikou., 2006. Rainfall-Runoff Simulation in an Experimental Basin using Gis Methods. Journal of Environmental Hydrology, 14(4).

Efendi, A.C., Kusuma, dan B. Hermato, 1998. Peta Geologi lembar Bogor, Jawa, Skala 1: 100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Gupta, G.N., 1995. Rain-water management for tree planting in the Indian desert. Journal of Arid Environment 31, 219–235

Goel, A.K., Kumar, R., 2005. Economic analysis of water harvesting in amountainous watershed in India. Journal of Agricultural Water Management: 71, 257–266.

Heryani, N., B. Kartiwa, G. Irianto, dan L. Bruno. 2001. Pemanfaatan sumberdaya air untuk mendukung sistem usahatani lahan kering : Studi kasus di Sub DAS Bunder, DAS Oyo, Gunungkidul, DIY. Dalam Sofyan, A. et al. (eds.). Prosiding Seminar Sehari Peranan Agroklimat dalam Mendukung Pengembangan Usahatani Lahan Kering. Puslibangtanak, Badan Litbang Pertanian.

Heryani, N, G. Irianto, N. Pujilestari, 2002a. Upaya peningkatan ketersediaan air untuk menekan resiko kekeringan dan meningkatkan produktivitas lahan. Prosiding Seminar Nasional Agronomi dan Pameran Pertanian 2002. Perhimpunan Agronomi Indonesia, 29-30 Oktober 2002. Bogor.

Heryani, N, G. Irianto, N. Pujilestari, 2002b. Pemanenan Air untuk Menciptakan Sistem Usahatani yang Berkelanjutan (Pengalaman di Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta). Bulletin Agronomi. XXX(2):45-52. 2002.

Heryani, N., G. Irianto, N. Sutrisno, E. Surmaini. 2003. Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Sumberdaya Air untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Kering di Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Laporan Akhir Penelitian. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi dan Direktorat Pemanfaatan Air Irigasi. Laporan Akhir Penelitian.

Heryani, N., Sawiyo, B. Kartiwa, K. Sudarman, P. Rejekiningrum, Y. Apriyana. 2005. Pengelolaan Sumberdaya Iklim dan Hidrologi untuk Mendukung Primatani. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian. Kementan.

Heryani, N., Sawiyo, N. Pujilestari. 2006. Pengelolaan Sumberdaya Iklim dan Hidrologi untuk Mendukung Primatani kecamatan Semin, kabupaten Gunungkidul, propinsi DIY Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian. Kementan.

Heryani N, S H Talaohu, K Sudarman, Nasrullah. 2010. Pengembangan Metode Penentuan Kriteria Rancang Bangun Sistem Panen Hujan dan Aliran Permukaan Untuk Mengurangi Resiko Banjir dan Kekeringan >30%. Laporan Akhir Penelitian Kemenristek. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi. Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian. Badan Litbang Pertanian Kementan.

Heryani, N., H. Sosiawan, S. H. Talaohu, S.H. Adi. 2012a. Pengembangan Sistem Panen Hujan dan Aliran Permukaan untuk Mengurangi Risiko Kekeringan Mendukung Ketahanan Pangan. Laporan Akhir Penelitian Insentif Peningkatan Peneliti dan Perekayasa.

Heryani, N. 2012b. Pemberdayaan sumberdaya tanah dan air untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian berbasis sumber daya lokal, Jurnal Penelitian Kajian Ilmia h. Vol.VI No. 32. Vol. VI

Irianto, G. 2000. Panen hujan dan aliran permukaan untuk meningkatkan produktivitas lahan kering DAS Kali Garang. Jurnal Biologi LIPI. Vol. 5, No. 1, April 2000. p.29-39.

Irianto, G., P. Perez and Duchesne. 2001. Modeling the influence of irrigated terrace on the hydrological response of a small basin. Environmental Modeling and Software 16 (2001). Elsevier Science Ltd. p.31-36.

Irianto, G., J. Duchesne., F. Forest., P. Perez., C. Cudennec., T. Prasetyo and S. Karama. 2001a. Rainfall and Runoff Harvesting for Controlling Erosion and Sustaining Upland Agriculture Development.Proceeding of the 10th International Soil Conservation Organization Conference, 23-28 May 1999, West Lafayette, Indiana USA.

Jain, S. K., R. D. Singh, and S. M. Seth. 2000. Design Flood Estimation Using GIS Supported GIUH Approach. Water Resources Management. 14(5): p. 369-376.

Karama, S. 2003. Panen Hujan Dan Aliran Permukaan Untuk Menanggulangi Banjir Dan Kekeringan Serta Mengembangkan Komoditas Unggulan. Laporan Riset Unggulan Terpadu VII Bidang Teknologi Hasil Pertanian.Kementerian Riset dan Teknologi RI dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Kerby, W.S. 1959. Time of concentration for overland fow. Civil Engineering, 29(3): p. 60.

Kirpich, Z.P. 1940. Time of concentration of small agricultural watersheds. Civil Engineering, 29(3): p. 362.

Maidment, D.R. 1993. Developing a Spatially Distributed Unit Hydrograph by using GIS. in Proceeding of HydroGIS'93. 1993: IAHS Publ. no. 211.

PPT. 1983. Jenis dan macam tanah di Indonesia untuk keperluan survei dan pemetaan tanah daerah transmigrasi, Pusat Penelitian Tanah Proyek Penelitian Pertanian Menunjang Transmigrasi.

Pujilestari, N., G. Irianto, N. Heryani. 2002. Peningkatan produktivitas lahan kering melalui pembangunan “channel reservoir” bertingkat (Studi kasus di sub DAS Bunder, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY). Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Puslitbangtanak, Cisarua-Bogor, 2002.

Raji, P., E. Uma and J. Shyla. Rainfall-Runoff Analysis of a Compacted Area. Agricultural Engineering International: the CIGR Journal. Manuscript No.1547. Vol.13, No.1.

Sawiyo, B. Kartiwa, H. Sosiawan, K. Sudarman. 2008. Panen air dengan dam parit dan aplikasi irigasi suplementer untuk peningkatan produktivitas lahan. Laporan Akhir Penelitian. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Litbang Pertanian. (Tidak dipublikasikan).

Sawiyo, B. Kartiwa, H. Sosiawan, K. Sudarman. 2007. Panen air dengan dam parit dan aplikasi irigasi suplementer untuk peningkatan produktivitas lahan. Laporan Akhir Penelitian. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Litbang Pertanian. (Tidak dipublikasikan).

Sutrisno. N., dan N. Heryani. 2005. Panen Hujan dan Aliran Permukaan serta Peranan Dam Parit dalam Peningkatan Produktivitas Lahan. Jurnal Sumberdaya Lahan. Vol.1 No. 1. Balai BesarLitbang Sumber Daya Lahan Pertanian.

Sutrisno, N, Sawijo, N. Pujilestari. 2003. Pengelolaan Air dan Pengembangan Pertanian Berkelanjutan untuk Penanggulangan Banjir dan Kekeringan. Laporan Akhir Penelitian. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi dan Proyek Pembinaan Perencanaan Sumber Air Ciliwung – Cisadane. (Tidak dipublikasikan).

Saghafian, B., P. Y. Julien, and H. Rajaie. 2002. Runoff hydrograph simulation based on time variable isochrone technique. Journal of Hydrology. 261(1-4): p. 193-203.

Thompson, D.B. 2006. The Rational Method, Regional Regression Equations, and Site-Specific Flood-Frequency Relations. Texas Tech University: Texas. p. 105.

USDA 1997. Key To Soil Taxonomy, Six Edition Soil Survey Staff USDA, Washington DC.

Zakaria. S., N. Al-Ansari, S.Knutsson, M. Ezz-Aldeen. 2012. Rainwater harvesting and suplemental irrigation at Northern Sinjar Mountain Iraq. Journal of Purity, Utility Reaction and Environment Vol.1 No.3,:121-141.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2013.v23.76

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2013 Nani Heryani, Setyono Hari Adi, Budi Kartiwa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright of Riset Geologi dan Pertambangan (e-ISSN 2354-6638 p-ISSN 0125-9849). Powered by OJS

 

Indexed by:

        

 

Plagiarism checker: