SUMBERDAYA AIR BAGI PEMENUHAN MASYARAKAT DI KABUPATEN TASIKMALAYA JAWA BARAT

Priyo Hartanto

Abstract


ABSTRAK Keterdapatan sumberdaya air di wilayah Kabupaten Tasikmalaya perlu diketahui dengan pasti sehingga informasi tersebut dapat menunjang pembangunan wilayah ini. Untuk mengetahui keterdapatan sumberdaya air, penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data kondisi geologi, daerah aliran sungai (DAS), iklim dan kebutuhan air. Untuk mengetahui kebutuhan air, dilakukan pendekatan data kependudukan. Bulan kering berlangsung pada bulan Agustus dan bulan basah antara bulan September sampai Juli. Curah hujan rata-rata bulanan berkisar antara 92-320 mm, dengan curah hujan tahunan 2532 mm. Evapotranspirasi bulanan berkisar antara 96-116 mm, sedangkan jumlah setahun 1307 mm. Cadangan air yang ada di Kabupaten Tasikmalaya berkisar antara 23 mm sampai 207 mm, dengan luas wilayah 2680,5 km2, sehingga cadangan air bulanan berkisar antara 1.306.515 m3 hingga 11.758.655 m3. Kebutuhan air untuk domestik adalah 222.150 m3/hari. Kelebihan air 169.805 m3/hr dapat digunakan untuk pertanian sekitar 117.920 Ha atau sekitar 393.067 Ha lahan palawija.

Keywords


Keterdapatan, sumberdaya air, daerah aliran sungai (DAS), curah hujan, evapotranspirasi, neraca air, cadangan air

Full Text:

PDF

References


Alzwar, M., Akbar N dan Bachri S, 1992, Peta Geologi Lembar Garut dan Pameungpeuk, skala 1: 100.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, ESDM, Bandung.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, 2010, Sensus Penduduk Tahun 2010: data Agregat Per Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat, BPS Provinsi Jawa Barat

Bappeda, 1996, Penelitian Sumber Air Bawah Tanah di Tasikmalaya Selatan, Kerjasama Bappeda Kabupaten Tasikmalaya – Direktorat Geologi Tata Lingkungan, ESDM, Bandung, (lap. Tak dipublikasikan)

Chow, V.T. et.al, 1988. “Applied Hydrology”. Mc. Graw Hill Book Co., New York, Toronto, London, p.326

Dam, Van J.C., W. R. Raaff and A Volker, 1972, “Clymatology”, ILRI Wagenegen Netherlands.

Djuwansah, M.R dan Rusydi, A.F., 2012. Daya Dukung Sumber Daya Air (DDSA) Kota Cirebon dan Sekitarnya, Buletin Geologi Tata Lingkungan, Volume 22 Nomor 1, April 2012: 35-48.

FAO, 1976. Hydrology for soil and water conservation in coastal regions of north Africa. In: Hydrological Techniques for Upstream Conservation, USDA-SCS North Africa project. In: Conservation Guide 2. S.H. Kunkle and J.L. Thames (eds). Rome

Garng, S.K. 1977, Water resources Hydrology“, Publisher New Delhi.

Hadi, S.I, 1997, Potensi Sumberdaya Airtanah Daerah Tasikmalaya Selatan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geoteknologi, LIPI, Bandung, (lap. Tak dipublikasikan)

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya (Pemkab Tasikmalaya), 2012, Peraturan Daerah Nomor. 2 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Sonjaya Marenda I, 2008. Identifikasi Pergeseran Sektor Unggulan Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Untuk Evaluasi Kebijakan Pertanian, Jurnal Agrikultura, Vol. 13 No. 3 tahun 2008, Unpad

Supriatna S., Sarmili S., Sudana D., dan Koswara, 1992, Peta Geologi Lembar Karangnunggal, skala 1: 100.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, ESDM, Bandung.

Suyono S. dan Takeda, K., 1987, “Hidrologi Untuk Pengairan”, Jakarta, PT Pradnya Paramita.

Thornthwaite, C.W., and J. R. Mather, 1957, Instruction and Table For Computing Potential Evapotranspiratin and the Water Balance, Publication in Climatology, Volume X, New Jersey




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2012.v22.64

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2012 Priyo Hartanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright of Riset Geologi dan Pertambangan (e-ISSN 2354-6638 p-ISSN 0125-9849). Powered by OJS

 

Indexed by:

        

 

Plagiarism checker: