Imbuhan Airtanah Buatan untuk Konservasi Cekungan Airtanah Bandung-Soreang

Ananta Purwoarminta, Rachmat Fajar Lubis, Rizka Maria

Abstract


Airtanah saat ini telah menjadi isu di dunia dan Indonesia akibat terjadinya degradasi airtanah. Tingginya pertumbuhan penduduk dan industri di wilayah kota telah meningkatkan eksploitasi airtanah, sementara laju pengisian airtanah (infiltrasi) terus menurun. Penurunan laju infiltrasi diakibatkan oleh adanya perubahan tutupan lahan. Berdasarkan permasalahan ini maka konservasi airtanah harus dilakukan untuk menjaga ketahanan air. Cekungan Bandung-Soreang sebagai wilayah perkotaan telah mengalami penurunan muka airtanah sebagai akibat adanya pengambilan airtanah yang berlebih. Tulisan ini adalah telaah dari berbagai metode teknis yang telah diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut di atas khususnya metode imbuhan buatan untuk konservasi airtanah di Cekungan Bandung. Berbagai teknik telah diterapkan baik oleh masyarakat, industri maupun pemerintah dengan sumber utama adalah air hujan. Namun penurunan muka airtanah masih terus terjadi meskipun upaya-upaya tersebut telah dilakukan. Hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa metode imbuhan buatan hanya mampu mengurangi penurunan muka airtanah. Jika hasil yang diharapkan adalah kembalinya muka airtanah ke kondisi awal maka diperlukan pengembangan metode dan atau penambahan jumlah imbuhan buatan yang sangat banyak.

 

Groundwater becomes an issue globally due to groundwater degradation. The high population and industry growth in the cities had increased the exploitation of groundwater. On the other hand, the rate of infiltration is lower due to city development. Therefore, groundwater conservation is required to maintain water resistance. The Bandung-Soreang Basin, as an urban area, has experienced a decline in groundwater as a result of excessive groundwater extraction. This paper presented a review of various technical methods that have been applied to overcome the problem. Artificial recharge method for groundwater conservation in the Bandung-Soreang Basin has been used by the community, industry, and government, with rainwater as the main source. The most recent condition indicated that the groundwater level has been still decreasing despite these efforts. The results of the latest research suggested that artificial recharge has only  reduced the groundwater depletion. To restore the groundwater to its initial condition, we need to develop a new method or simply add a lot more artificial recharges.


Keywords


imbuhan buatan, airtanah, konservasi airtanah, ketahanan air, Cekungan Bandung-Soreang

References


Barkah, M.N., Setiadi, D.J., Hadian, M.S.D., 2015. Perhitungan Potensi Airtanah Di Kawasan Kampus Unpad Jatinangor Dengan Metode Numerik. Bulletin of Scientific Contribution, 13(3), 250–258.

Bouwer, H., 2002. Artificial recharge of groundwater: Hydrogeology and engineering. Hydrogeology Journal, 10(1), 121–142.

Dillon, P., Stuyfzand, P., Grischek, T., Lluria, M., Pyne, R.D.G., Jain, R.C., Bear. J., Schwarz, J., Wang, W., Fernandez, E., Stefan, C., Pettenati, M., van der Gun, J., Sprenger, C., Massmann, G., Scanlon, B. R., Xanke, J., Jokela, P., Zheng, Y., Rossetto, R., Shamrukh, M., Pavelic, P., Murray, E., Ross, A., Valverde, J.P.B., Palma Nava, A., Ansems, N., Posavec, K., Ha, K., Martin, R., Sapiano, M., 2018. Sixty years of global progress in managed aquifer recharge. Hydrogeology Journal. DOI: 10.1007/s10040-018-1841-z

Fildebrandt, S., Pavelic, P., Dillon, P., Prawoto, N., 2003. Recharge Enhancement Using Single or Dual Well Systems for Improved Groundwater Management in the Bandung Basin, Indonesia. Technical Report 29/03, CSIRO Land and Water, Adelaide

Gumilar, I., Abidin, H.Z., Hutasoit, L.M., Hakim, D.M., Sarsito, D.A., Andreas, H., Sidiq, T.P., 2012. Studi Pemantauan Penurunan Muka Tanah di Cekungan Bandung dengan Metode Survei GPS dan InSAR Penurunan muka tanah merupakan fenomena yang sering terjadi di kota-kota. Indonesian Journal of Geospatial, 1(4), 44–53.

Hamandi, D., Iskandar, N., Arief, S., 2006. Konservasi Air Tanah di Daerah Bandung dan Sekitarnya. Buletin Geologi Tata Lingkungan, 16(2), 41–57.

Harnandi, D., Herawan, W. 2009. Pemulihan Air Tanah Berdasarkan Kajian Hidrogeologi di Cekungan Air Tanah Bandung - Soreang. Jurnal Sumber Daya Air, 5(1), 43-52.

Hatigoran, P.R., Moenandir, J. dan Soekartomo, S., 2014. Pengaruh Lubang Resapan Biopori Pada Pertumbuhan Dan Panen Tanaman Gandum Musim Semi Var. Dewata (Dwr 162). Jurnal Produksi Tanaman, 1(6), 465–470.

Hutasoit, L., 2009. Kondisi Permukaan Air Tanah dengan dan tanpa Peresapan Buatan di Daerah Bandung : Hasil Simulasi Numerik. Indonesian Journal on Geoscience, 4(3), 177–188.

IGES, 2006. Comparative Study Of Groundwater Management - based on the case studies in Asian cities. Interim Report: Sustainable Groundwater Management in Asian Cities: A Summary Report of Research on Sustainable Water Management in Asia, pp.3–18.

Irawan, D.E., 2009. Hidrogeologi Cekungan Bandung Contents. Geologi Cekungan Bandung, pp.1–20.

Kavuri, M., Boddu, M., Annamdas, V.G.M., 2011. New Methods of Artificial Recharge of Aquifers: A Review IPWE 2011, Proceedings of 4th International Perspective on Water Resources & the Environment, National University of Singapore (NUS), Singapore. Poster on: Artificial Recharge of Aquifer, No: 1j

Leni, N., Widodo, L.E., 2009. Potensi Imbuhan dan Imbuhan Airtanah Cekungan Airtanah Bandung. Jurnal Teknologi Mineral,16 (4), 261-268.

Narulita, I., Rahmat, A., Maria, R., 2008. Aplikasi Sistem Informasi Geografi Untuk Menentukan Daerah Prioritas Rehabilitasi Di Cekungan Bandung. Jurnal Riset Geologi Dan Pertambangan Jilid, 18(1), 23–35.

Sanitya, R.S., Burhanudin, H., 2017. Penentuan Lokasi dan Jumlah Lubang Resapan Biopori di Kawasan DAS Cikapundung bagian tengah. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 13(1), 25–36.

Soenarto, B., 1995. Rekayasa Peresapan Buatan Untuk Mengatasi Susutnya Peresapan Air Alami Akibat Konversi Lahan Alami Menjadi Lahan Pemukiman, Prosiding Seminar Air Tanah Cekungan Bandung 1995, Satgas PSDA, ITB, Bandung, II-41 - II-58.

Sumawijaya, N., 2012. Tinjauan Imbuhan Buatan : Solusi Untuk Mengatasi Masalah Kekurangan Airtanah Di Cekungan Bandung. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan, 22(1), 61–71.DOI: 10.14203/risetgeotam2012.v22.58

Sunarwan, B., Irawan, D.E., Puradimaja, D.J., Notosiswoyo, S., 2013. Perubahan Karakter Isotop 2H dan 18O Air Tanah Pada Akuifer Dangkal di Cat Bandung-Soreang. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Nuklir PTNBR – BATAN Bandung.

Taufiq, A., Mulyono, D. 2009. Recharge Airtanah Untuk Cekungan Bandung, Prosiding kolokium Hasil Puslitbang Sumber Daya Air.

Taufiq, A., Hosono, T., Ide, K., Kagabu, M., Iskandar, I., Effendi, A.J., Hutasoit, L.M., Shimada, J., 2018. Impact of excessive groundwater pumping on rejuvenation processes in the Bandung Basin (Indonesia) as determined by hydrogeochemistry and modeling. Hydrogeology Journal, 26, 1263–1279. DOI: 10.1007/s10040-017-1696-8.

Wagner, W., Sukrisno, 1998. Natural Groundwater Quality And Groundwater Contamination In The Bandung Basin, Indonesia. Buletin Geologi Tata Lingkungan, 23, 28–33.

Widodo, L.E., 2013. International Symposium on Earth Science and Technology , CINEST 2012 Estimation of Natural Recharge and Groundwater Build up in the Bandung Groundwater Basin Contributed from Rain Water Infiltration and Inter- aquifer Transfer. Procedia Earth and Planetary Science, 6,187–194. DOI: 10.1016/j.proeps.2013.01.025.

Yuliani, D. 2007. Upaya Penanganan Cekungan Air Tanah Kritis. Naskah Akademik Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jawa Barat. Workshop Recharge Air Tanah Dalam, Puslitbang Pengairan, Kementrian Pekerjaan Umum, Bandung, 18 Juli 2007.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2019.v29.1004

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Ananta Purwoarminta, Rachmat Fajar Lubis, Rizka Maria

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Copyright of Riset Geologi dan Pertambangan (e-ISSN 2354-6638 p-ISSN 0125-9849). Powered by OJS

 

Indexed by:

        

 

Plagiarism checker: